“Penerbit Sahifah saat ini sedang mempersiapkan buku-buku baru untuk diterbitkan. Setiap buku akan memiliki ISBN resmi dan diterbitkan secara profesional. Informasi katalog akan diperbarui secara berkala.”
Selanjutnya: COOMING SOON
OGI SIDENRENG
Sejarah Bugis di Indonesia selama ini cenderung dibingkai melalui tokoh-tokoh besar dan narasi dominan dan berporos di wilayah kekuasaan tertentu. Sementara itu, wilayah Ajatappareng seperti Addatuang Sidenreng dan Addatuang Rappang, yang saat ini dikenal sebagai Kabupaten Sidrap juga memiliki kontribusi penting di bidang pertanian, pemerintahan, serta proses penyebaran Islam yang justru jarang diangkat secara utuh dalam kajian historiografi nasional.
Buku “Ogi Sidenreng” hadir sebagai inisiatif demi membongkar ketimpangan narasi-narasi buatan kolonial yang sejauh ini masih belum bisa dipastikan kesesuaian dan objektivas terhadap sejarah masyarakat Bugis dengan berbagai metode pendekatan dalam memberi perspektif. Melalui pendekatan historis, etnografis, dan arkeologis, buku ini akan merekonstruksi jejak sejarah dan budaya lokal yang terpinggirkan dengan penuturan kesusastraan yang memotret sejarah masyarakat Bugis Sidenreng Rappang dengan syarat melakukan penguatan data lokal mulai dari lontara, naskah tua, cerita lisan, seni, musik, tradisi, hingga artefak dan sistem sosial yang akan direkontruksi lewat seni-bertutur-fiksi sebagai narasi alternatif yang berpijak pada pengalaman masyarakat Bugis secara luasa dan terkhusus masyarakat Sidenreng Rappang sendiri serta perjalanan reflektif sang penutur/penulis.
Lebih dari sekadar usaha dokumentatif, buku ini juga menggunakan pendekatan ilmiah berbasis logika penalaran dan teori akademik lintas interdisipliner ilmu pengetahuan. Tujuannya bukan semata mencari “kebenaran mutlak” sejarah, melainkan menyusun pembacaan sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan secara metodologis, logis, dan representatif. Perspektif ini akan diuji melalui dialog terbuka dengan para ahli sejarah, budayawan Bugis, sastrawan, serta pemangku adat Addatuang Sidenreng dan Rappang tentunya kerajaan Bugis yanghidup di bumi Sulawesi.
Pandangan dari semua elemen menjadi dasar penyusunan final draft buku Novel Sejarah Ogi Sidenreng yang kelak diterbitkan dan disebarluaskan sebagai referensi budaya dan pendidikan di seluruh intansi Pendidikan, Komunitas, lembaga dan pemerhati budaya dan seni serta masyarakat dunia dengan tujuan memberi warna baru dan memperkaya literasi serta menjadi rujukan sastra untuk masyarakat bugis secara khusus dan masyarkat dunia pada umumnya, yang nantinya mampu mendorong kekuatan ekonomi bangsa dan negara melalui softdiplomasi tertentu di kancah global.
RASIONALISASI
Dalam hal tampak nyata minimnya dokumentasi sejarah lokal yang berpihak pada pengalaman masyarakat setempat dan penulis, terlebih aktifitas penulisan dan penerbitan sangat jarang ditemukan di daerah-daerah Sulawesi Selatan buku “Ogi Sidenreng” dianggap penting untuk menjawab tantangan global yang tak ubahnya memberi dampak pada pergeseran identitas dan ingatan kolektif masyarakat Bugis. Buku ini dirancang tidak hanya sebagai proses penulisan semata, melainkan juga sebagai bagian dari gerakan literasi, intelektual dan budaya yang bertujuan dapat menjadi fondasi baru untuk menghidupkan kembali kesadaran terhadap nilai-nilai sejarah dan kearifan lokal sebagai kekuatan baru dalam berdaulat di berbagai bidang
Melalui pendekatan partisipatif yang menggabungkan riset pustaka, wawancara lisan, kajian naskah, dan observasi lapangan, penulisan buku ini sebagai usaha menjemjembatani antara pengetahuan ilmiah dan pengetahuan lokal yang disyiarkan lewat karya sastra atau dikenal dalam penerbit SAHIFAH dengan istilah seni literasi dengan tujuan revitalisasi literasi seni dan budaya di tingkat lokal sebagai sumber pengetahuan pendidikan formal dan informal. Hipotesis penulis utama kemudian diuji dan diperkuat melalui riset lapangan dan pendekatan etnografis. Dari proses tersebut, diperoleh lima rumusan masalah utama yang menjadi dasar penulisan buku “Ogi Sidenreng”
Bagaimana posisi dan peran Sidenreng dalam lanskap kebudayaan dan sejarah Bugis yang lebih luas?
Apa saja sumber lokal baik lisan, naskah, maupun artefactual yang dapat dijadikan bahan perbandingan terhadap buku, literatur akademik, dan jurnal yang membahas masyarakat Bugis secara umum?
Bagaimana narasi sejarah Bugis Sidenreng dapat dikembangkan untuk melengkapi atau mengkritisi narasi masyarakat Bugis yang hidup arus utama?
Bagaimana proses Islamisasi di wilayah Sidenreng berlangsung dan apa karakter lokal yang membedakannya dari wilayah Bugis lain?
Bagaimana buku ini dapat berfungsi sebagai medium pendidikan dan literasi budaya bagi generasi muda Bugis, khususnya di Sidenreng Rappang?
Penguatan identitas kultural melalui literasi belum menjadi prioritas di banyak wilayah lokal. Dengan pendekatan partisipatif dan berbasis data, kegiatan ini diharapkan mampu menjembatani ruang antara pengetahuan akademik, ekspresi kebudayaan, dan kepentingan komunitas lokal dalam upaya pelestarian sejarah dan literasi budaya.
Tujuan penerbit SAHIFA untuk Penulisan Buk1u OS
Kegiatan ini akan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pengetahuan sejarah dan budaya lokal serta berdampak langsung pada aspek ekonomi, sosial, dan literasi budaya di tingkat daerah. Tujuan dari kegiatan ini sekaligus menjadi dasar kontribusi yang diharapkan dapat diwujudkan dalam sembilan poin berikut:
Membuka potensi peningkatan ekonomi kreatif daerah melalui pemanfaatan kekayaan intelektual Ogi Sidenreng sebagai basis produk budaya yang bernilai.
Menyajikan sejarah Bugis Sidenreng secara sistematis dan kritis, dengan bertumpu pada data kultur, naskah kuno, cerita lisan, artefak, serta pendekatan penulisan kontekstual yang dikaitkan dengan perkembangan zaman. Menawarkan kontra-narasi terhadap sejarah arus utama yang selama ini dominan dan terpusat.
Mendokumentasikan warisan budaya lokal sebagai upaya pelestarian memori kolektif masyarakat Bugis Sidenreng.
Menjadikan buku ini sebagai referensi akademik dan pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi—serta sebagai acuan utama kesusastraan daerah Bugis Sidenreng.
Didestribusi melalui peluncuran buku, kerjasama lembaga formal dan informal, komunitas, dan kanal digital berbasis akses terbuka.
Mendorong munculnya agenda-agenda kreatif berbasis kekayaan intelektual (IP) Ogi Sidenreng, seperti pementasan teater, produksi film dokumenter, dan pengembangan lembaga pendidikan informal di bidang kesenian, bahasa, dan sejarah Bugis.
Melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal, nasional, hingga internasional dalam kegiatan diseminasi budaya berbasis komunitas.
Membangun ekosistem literasi budaya yang berkelanjutan di Sidenreng Rappang dan sekitarnya.
Konsep Awal Distribusi SAHIFAH
Buku ini akan ditulis berdasarkan riset mendalam terhadap sumber lisan, tulisan, jurnal, lontara, artefak, dan wawancara dengan tokoh adat, serta masyarakat lokal yang dianggap mumpuni memberi penjelasan tentang Bugis Sidenreng Rappang. Format akhir berupa buku cetak sebanyak 1.000 eksemplar dan versi digital (PDF), dengan ketebalan sekitar 500–700 halaman.