Langsung ke konten utama

PT. BUMI NUSANTARA LAMASSIANG

Penerbit Sahifah

PT. BUMI NUSANTARA LAMASSIANG

Menu utama

  • Beranda
  • COOMING SOON
  • KATALOG BUKU
  • KONTAK
  • TENTANG KAMI

KATALOG BUKU

Detail Buku
Buku Terbaru
Buku Berdasarkan Kategori
LITERASI, SEJARAH DAN KEBUDAYAAN
Penerbit SAHIFAH adalah ruang literasi yang berfokus pada penerbitan karya-karya berbasis sejarah, budaya, sastra, dan riset pengetahuan lokal. Kami hadir untuk membuka kembali narasi-narasi yang selama ini terpinggirkan, serta menjadikan buku sebagai medium pendidikan, refleksi, dan dialog kebudayaan.

SAHIFAH meyakini bahwa literasi bukan sekadar aktivitas membaca dan menulis, melainkan proses merawat ingatan kolektif dan membangun kesadaran identitas di tengah perubahan zaman.
PROYEK BUKU UNGGULAN
Novel Sejarah Berbasis Riset Bugis Sidenreng Rappang

Sejarah Bugis dalam literatur nasional kerap dibingkai melalui tokoh besar dan pusat-pusat kekuasaan tertentu. Wilayah Ajatappareng—khususnya Sidenreng dan Rappang—sering kali luput dari pembacaan sejarah yang utuh, meskipun memiliki peran penting dalam pertanian, pemerintahan, dan proses awal Islamisasi di Sulawesi Selatan.

Buku Ogi Sidenreng hadir sebagai upaya merekonstruksi sejarah dan budaya Bugis Sidenreng Rappang melalui pendekatan historis, etnografis, dan arkeologis. Penulisan buku ini bertumpu pada penguatan data lokal seperti lontara, naskah tua, cerita lisan, artefak, seni, dan tradisi masyarakat.

Narasi disusun melalui seni bertutur-fiksi sejarah sebagai alternatif pembacaan historiografi yang lebih kontekstual, reflektif, dan berpijak pada pengalaman masyarakat setempat.
PENDEKATAN PENULISAN
SAHIFAH mengembangkan pendekatan seni literasi, yaitu pertemuan antara riset ilmiah, tradisi lisan, dan sastra. Pendekatan ini bertujuan menjembatani pengetahuan akademik dengan pengetahuan lokal agar dapat diakses oleh pembaca luas tanpa kehilangan ketelitian metodologis.

Setiap karya diuji melalui:

Studi pustaka dan kajian naskah

Wawancara lisan dengan tokoh adat dan masyarakat

Observasi lapangan

Dialog dengan akademisi dan budayawan
Dengan bangga bertenaga WordPress